Selamat Bertemu Kekasihmu Wahai Akbar…

Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiun, telah kembali ke Rahmatullah adik kita tercinta Khalid Akbar, relawan dari Al-Quds Volunteer Fithrah Insani Sabtu 21 Oktober 2017 lalu. Dalam usia yang sangat muda, 16 tahun, beliau meninggal dalam perjalanan menjenguk temannya yang sakit.

Sehari sebelum menyelesaikan tugasnya sebagai hamba Allah di dunia, siswa kelas XI SMAIT Fithrah Insani Kabupaten Bandung Barat ini telah menyelesaikan sidang juz 26, dan menggenapkan hafalan Qurannya menjadi 5 juz, maasyaa Allah. Dan di dalam tas yang dibawa saat Allah memanggilnya tersimpan mushaf Al-Qur’an yang selalu menemaninya.

Di hari kepergiannya, Akbar berangkat menjenguk temannya yang sakit pada pukul 11.00 setelah dari rapat perdana acara daurah Quran Gaza yang mana Akbar bertindak sebagai penanggung jawab acara yang akan diselenggarakan pada Jumat (27/10) mendatang. Pada pukul 11.30, takdir berkata lain. Dalam perjalanannya, Sang Rabb sudah memanggilnya terlebih dahulu

Guru yang mendidik Akbar, Fitriyani Rahmah mengaku bahwa Akbar adalah sosok yang ceria. Akbar yang merupakan salah satu siswa yang dekat dengannya, tak jarang meminta nasihat darinya.

Sejak kelas X, Akbar sudah meneguhkan niat untuk memperbaiki diri, terutama dalam hal interaksi dengan lawan jenis dan menundukkan pandangan.

Di usia yang sangat rentan terhadap bahaya jalinan percintaan yang belum halal, Akbar berusaha keras untuk menjauhkan diri dari perkara yang tidak disukai Allah tersebut. Meskipun bagi Akbar sendiri cukup sulit. Namun, dengan tekad yang kuat untuk berbenah diri, Akbar bisa mengatasinya.

Bagi Fitriyani, kepergian Akbar meninggalkan rasa kehilangan yang mendalam, apalagi untuk orang tuanya, teman-teman dan guru di Fithrah Insani. Meskipun demikian, Akbar telah menorehkan inspirasi dan semangat bagi guru dan siswa di sana untuk bersemangat dalam beramal salih, dan senantiasa mencintai kalam-kalam cinta dari Allah, Al-Qur’an.

“Bu Guru , gimana caranya supaya bisa istiqomah?” 17 Agustus lalu, pertanyaan tersebut terlontar dari Akbar kepada Fitriyani.

Lalu Fitri memberikan nasihat kepada Akbar untuk selalu berdoa kepada Allah agar diberi keistiqomahan dalam ketaatan, karena manusia itu dhoif dan mempunyai hawa nafsu, sehingga kita harus senantiasa berlindung kepada Allah dari segala perkara yang menjauhkan kita dari Alloh.

Fitriyani mengaku, anak didiknya ini semakin dekat dengan Al-Quran sejak satu bulan sebelum kepergiannya. Ketika yang lain istirahat dan pergi jajan ke kantin, Akbar tetap berada di kelas untuk tetap tilawah atau mendengarkan murattal.

“Seperti Allah telah menyiapkannya untuk meninggal dengan husnul khotimah, jauh sebelum wafatnya Allah berikan taufik kepada Akbar untuk istiqomah,” tuturnya.

Maasyaa Allah, Allah telah menjaga Akbar sampai waktunya menutup usia.

Allahummaghfir lahu, warhamhu, wa ‘aafihi wa’ fu’anhu

Semoga kita bisa mengambil hikmah dan inspirasi dari sosok almarhum Akbar :’)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *