Sejarah

SEJARAH SEKOLAH ISLAM TERPADU FITHRAH INSANI (SIT FI)

Pendirian SDIT Fithrah Insani digagas oleh beberapa orang (yaitu Didik Agus T, Maman Sulaeman, Saepudin, Rachmat Tarman dan Aries Fariady) di desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung yang pada awal tahun 2002 merasa gundah terhadap anak-anak mereka yang akan memasuki usia Sekolah Dasar. Kegundahan tersebut berawal pada kesulitan untuk menemukan sekolah yang terjangkau dan berkualitas, baik dari sisi pembinaan wawasan keilmuan maupun pembinaan mental, moral dan agamanya. Ada beberapa Sekolah Islam Terpadu yang berkualitas tetapi relatif kurang terjangkau dari sisi pertimbangan jarak dan pertimbangan ekonomi.

Berangkat dari kondisi tersebut beberapa orang tersebut bersepakat untuk mengembangkan sebuah Sekolah Dasar Islam Terpadu, yang akhirnya diberi nama Fithrah Insani. Belajar dari beberapa sekolah yang menggunakan konsep Sekolah Islam Terpadu yang telah lebih dahulu tumbuh di Bandung dan sekitarnya, lengkap dengan kurang dan lebihnya, beberapa orang tersebut kemudian memulai langkahnya dengan tahapan berikut :

  • Mensosialisasikan gagasan pendirian SDIT, terutama kepada lingkungan terdekat di wilayah Ngamprah;
    Bersama beberapa tambahan orang lainnya membuat perencanaan pendirian sekolah;
  • Membentuk Yayasan Fithrah Insani (YFI) yang akan menaungi lembaga SDIT Fithrah Insani, (dewan pendirinya adalah Aam Salam Taufik, Didik Agus Triwiyono, M. Mahdi Idris, Saepudin, Maman Sulaeman dan Yatno) melalui akte notaris no. 01 tanggal 20 Maret 2002 di hadapan notaris Iriawan, SH;
  • Membentuk sebuah badan otonom pengelola sekolah yaitu Badan Perguruan Fithrah Insani (BP-FI) melalui Surat Keputusan Ketua Yayasan Fithrah Insani No. KEP-001/YFI/04/2002 tangggal 11 April 2002;
  • Membuat nota kesepahaman kerjasama dengan Dewan Keluarga Masjid Al-Mujahidin di Komp. Tanimulya Indah, desa Tanimulya, Ngamprah, yang isinya adalah kesepakatan penggunaan lokal kelas yang ada di lingkungan Masjid Al-Mujahidin tersebut untuk penyelenggaraan SDIT FI;
  • Bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Pendidikan Terpadu (LP2T) Insani untuk membantu pengembangan perangkat lunak sekolah;
  • Melaksanakan persiapan teknis penyelenggaraan sekolah, di antaranya adalah : menginventarisasi calon siswa dan membuka pendaftaran calon siswa, menyeleksi calon guru (bersama LP2T), mengadakan seminar pendidikan, open house dll;
  • Penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar (KBM) untuk pertama kalinya pada bulan Juli 2002 dengan 24 orang siswa dan dua orang guru, yaitu Dra. Chairini (merangkap Kepala Sekolah) dan Dra. Hartati (merangkap wali kelas), dan pada bulan Januari 2003 ditambah dengan Dra. Dwi Handayanti.